Pajak Penjual (PPh) Turun ! Pajak Pembeli (BPHTB) “Segera” Turun !

Pajak Penjual (PPh) Turun ! Pajak Pembeli (BPHTB) “Segera” Turun !

Category : Uncategorized

Jika anda pernah bertransaksi atau akan melakukan transaksi jual-beli tanah/bangunan, maka anda tidak akan asing lagi dengan biaya Pajak Pembeli dan Pajak Penjual. Umumnya, Pajak Pembeli ditanggung oleh pihak pembeli, dan Pajak Penjual ditanggung oleh pihak penjual, namun bisa saja kedua pajak ini ditanggung oleh salah satu pihak tergantung negosiasi yang dicapai.

Pajak Penghasilan (PPh) atau seringkali disebut Pajak Penjual, terhitung mulai tanggal 9 September 2016 turun menjadi 2.5% dari sebelumnya sebesar 5% dari Harga Transaksi (HT) atau NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Keputusan ini menyusul diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 34/2016 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 8 Agustul 2016.

Presiden dalam PP No. 34/2016 ini juga meminta gubernur, bupati atau walikota juga melakukan perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) atau seringkali disebut Pajak Pembeli dari 5% menjadi 2.5% dari nilai HT atau NJOP. Namun untuk merealisasi instruksi Presiden ini, diperlukan waktu karena pelaksanaannya di daerah sangat bergantung dengan kondisi daerah. Sehingga untuk menerbitkan Perda diperlukan persetujuan bersama Gubernur, Bupati/Walikota dengan DPRD.

Sebagai contoh provinsi yang telah menerapkan instruksi Presiden terkatit PP 34/2016 adalah DKI Jakarta. DKI Jakarta, melalui gubernurnya Basuki Tjahaja Purnama bersama Menteri Agraria dan Tata Rang/Kepala BPN, Sofyan Djalil tanggal 11 Agustus 2016 telah menyepakati beberapa hal seperti Pajak Pembeli untuk tanah/bangunan yang nilai HT/NJOPnya dibawah 2 milyar rupiah ditetapkan nihil pembayaran.


1 Comment

foloren torium

January 27, 2019 at 3:04 am

You made some clear points there. I looked on the internet for the issue and found most people will go along with with your blog.

http://www.folorentorium.com/

Leave a Reply