Syarat KPR Subsidi

Tipe pembayaran yang paling banyak digunakan masyarakat ketika hendak membeli rumah adalah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Selain tidak memberatkan dibanding dengan tipe pembayaran tunai, KPR juga tidak mengganggu putaran dana/cashflow kita. Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan informasi mengenai rumah subsidi dan syarat KPR subsidi pemerintah di tahun 2020.

Rumah merupakan salah satu dari tiga kebutuhan primer setiap orang. Sebelumnya, rumah merupakan barang mewah dan tidak semua orang mampu membeli rumah. Terkadang orang bisa mengumpulkan uang muka untuk beli rumah, namun kesulitan untuk membayar angsuran per bulannya. Keadaan ini membuat orang lebih memilih ngekos atau ngontrak.

Namun seiring berjalannya waktu, impian untuk memiliki sebuah rumah bukanlah sekedar impian semata. Kini semua orang bisa mewujudkan impian tersebut. Berkat adanya program rumah subsidi dari pemerintah, sekarang harga rumah makin terjangkau. Ini membuat orang yang tadinya tidak sanggup menjadi sanggup untuk beli rumah.

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau biasa disebut KPR subsidi telah membantu banyak masyarakat untuk dapat memiliki rumah pertama mereka. Jika anda belum punya rumah sendiri dan telah memenuhi syarat KPR subsidi, sekaranglah waktu yang paling tepat untuk membeli rumah selagi program KPR subsidi masih disediakan pemerintah.

Tanpa banyak basa-basi lagi, mari kita kupas tuntas apa sih yang dimaksud rumah subsidi, apa bedanya dengan rumah non-subsidi/komersil. Kita juga akan mengulas apa saja syarat KPR subsidi, dokumen yang diperlukan bank untuk memproses KPR, daftar bank – bank penyelenggara KPR subsidi dan tahapan yang dilalui dalam mengambil KPR subsidi tersebut.

Apa itu Rumah Subsidi

Kenapa sebuah rumah dapat dikatakan rumah subsidi ? Apa yang membedakan rumah subsidi dan rumah komersil ? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita telusuri arti dari rumah subsidi itu sendiri.

Rumah subsidi adalah rumah sejahtera tapak atau rumah sejahtera susun yang bunga KPRnya disubsidi oleh pemerintah dan diperuntukkan khusus bagi orang yang belum memiliki rumah atau untuk rumah pertama.

Perbedaan terbesar antara rumah subsidi dan rumah komersil terletak pada bunga KPRnya. Saat ini, pemerintah mensubsidi bunga KPR untuk rumah subsidi menjadi 5% dan angsuran tetap/flat sampai dengan masa kredit berakhir. Lain halnya dengan rumah komersil dimana bunga KPR mengikuti acuan dari Bank Indonesia (BI) dan angsurannya mengikuti pasar/fluktuatif.

Tidak semua rumah dapat disebut rumah subsidi atau bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah. Untuk membangun rumah subsidi, pengembang perumahan harus mengikuti beberapa kriteria. Kriteria tersebut meliputi :

  • Luas tanah dengan minimum 60m2 dan maksimum 200m2.
  • Luas bangunan tidak lebih dari 36m2.
  • Target penjualan merupakan orang yang belum punya rumah.
  • Harga jual maksimum mengikuti zona yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat. (Tips : waktu yang tepat untuk beli rumah subsidi adalah sekarang)
  • Spesifikasi minimum bangunan telah ditentukan oleh pemerintah pusat.
Contoh Rumah Sekapur Sirih Residence
Contoh rumah subsidi

Syarat KPR Subsidi

Untuk dapat memiliki rumah subsidi haruslah memenuhi syarat yang telah ditentukan pemerintah terlebih dahulu. Syarat KPR subsidi dapat berubah sewaktu -waktu mengikuti arahan pemerintah. Namun jika ada perubahan, kami yakini perubahan itu tidak akan drastis. Mari kita kupas lebih dalam syarat KPR subsidi 2020.

Syarat – syarat KPR subsidi antara lain :

  • Harus Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisi di Indonesia. Warga Negara Asing (WNA) tidak diperkenankan untuk memiliki rumah subsidi di Indonesia.
  • Usia minimal 21 tahun atau telah menikah. Dan batas usia tidak melebihi 65 tahun selama masa kredit. Memiliki e-KTP yang terdaftar di dukcapil.
  • Masa kerja atau mempunyai usaha minimal 1 tahun. Namun khusus poin ini, tiap bank dapat memiliki kebijakan yang berbeda.
  • Gaji pokok gabungan (joint income) suami dan istri tidak melebihi Rp. 8.000.000,-. Bagaimana jika istri tidak bekerja atau masih lajang ? Tidak masalah, yang penting gaji anda tidak melebihi nominal diatas.
  • Harus belum punya rumah dan belum pernah mengajukan KPR apapun. Bagaimana jika pernah mengambil kredit lainnya seperti kredit motor ? Tenang saja, anda masih bisa memenuhi syarat asalkan kredit motor tidak pernah macet dan harus diselesaikan sebelum mengambil KPR subsidi.
  • Harus punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) di tahun 2019. Jika belum memiliki NPWP maka tidak perlu khawatir, anda dapat membuatnya di kantor pajak terdekat. Dan anda juga tidak perlu khawatir akan biayanya karena pembuatan NPWP itu gratis.
Harga rumah subsidi 2020
Harga rumah subsidi di tahun 2018, 2019 dan 2020

Dokumen yang Diperlukan untuk KPR Subsidi

Setelah anda membaca syarat KPR subsidi di atas dan memenuhi semua syarat, maka tahap selanjutnya adalah anda perlu menyiapkan dokumen – dokumen yang diperlukan untuk mengajukan pinjaman KPR subsidi di bank.

Daftar dokumen yang harus dikumpulkan antara lain :

  • Mengisi formulir bank sesuai dengan bank yang dipilih.
  • Fotokopi e-KTP suami istri, KK, buku nikah dan NPWP.
  • Jika belum menikah / lajang, maka meminta surat keterangan belum menikah dari desa/kelurahan.
  • Surat keterangan belum punya rumah dari desa/kelurahan.
  • Surat keterangan aktif bekerja.
  • Slip gaji 3 bulan terakhir.
  • Untuk wiraswasta, fotokopi izin usaha dan laporan/catatan keuangan 3 bulan terakhir.
  • Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir.
  • Denah lokasi tempat tinggal yang sekarang dan tempat kerja.
  • Pas foto suami istri 4×6 sebanyak 2 lembar.
  • SPT Tahunan 2019 jika ada NPWP sebelumnya.
  • Materai sebanyak kurang lebih 15 lembar tergantung masing – masing bank.

Tiap bank dapat memiliki tambahan dokumen selain yang telah disebutkan di atas tergantung kebijakan bank tersebut. Satu bank bisa memerlukan dokumen pendukung yang lebih banyak atau sedikit dibanding bank lainnya.

Disamping itu, calon pembeli juga harus memiliki riwayat kredit yang bagus jika pernah mengambil kredit sebelumnya. Ini dapat dicapai dengan selalu bayar angsuran kredit tepat waktu. Riwayat kredit yang bagus akan membuat bank memberikan nilai tinggi kepada anda sehingga kemungkinan besar pengajuan KPR diterima.

Bank yang Menyediakan KPR Subsidi

Harus dipahami bahwa tidak semua bank di Indonesia dapat memproses KPR subsidi. Pemerintah telah menunjuk banyak bank, baik bank nasional maupun bank pembangunan daerah sebagai bank penyelenggara KPR subsidi. Dibawah ini adalah daftar bank yang menyediakan produk KPR subsidi :

Bank Nasional :

  1. Bank BRI
  2. Bank BRI Syariah
  3. Bank BRI Agro
  4. Bank BNI
  5. Bank Artha Graha
  6. Bank Mayora
  7. Bank BTPN
  8. Bank Mandiri
  9. Bank Mandiri Syariah
  10. Bank BTN
  11. Bank BTN Syariah
  12. Bank KEB Hana

Bank Pembangunan Daerah :

  1. Bank Papua
  2. Bank Sumut
  3. Bank Sumut Syariah
  4. Bank BJB
  5. Bank BJB Syariah
  6. Bank Sumselbabel
  7. Bank Sumselbabel Syariah
  8. Bank DKI
  9. Bank Riaukepri
  10. Bank NTT
  11. Bank Kalteng
  12. Bank Nagari
  13. Bank Sultra
  14. Bank Jateng
  15. Bank Jateng Syariah
  16. Bank Jambi
  17. Bank Jambi Syariah
  18. Bank Kalsel
  19. Bank Kalsel Syariah
  20. Bank NTB
  21. Bank BPD DIY
  22. Bank Jatim
  23. Bank Jatim Syariah
  24. Bank Aceh
  25. Bank Sulselbar
  26. Bank Sulselbar Syariah
  27. Bank BPD Bali
  28. Bank Sulteng
  29. Bank Kalbar
  30. Bank Sulutgo
  31. Bank Kaltimtara
  32. Bank Kaltimtara Syariah

Anda dapat melihat apakah lokasi domisili anda terdapat bank diatas. Anda juga dapat menanyakan pengembang perumahan tempat anda membeli, bank mana saja yang telah bekerja sama dengan pengembang tersebut.

Lantas mungkin ada pertanyaan terbesit dibenak anda, apakah syarat KPR subsidi tiap bank berbeda atau sama. Misalnya apakah syarat KPR subsidi BNI sama dengan syarat KPR subsidi BTN. Jawaban atas pertanyaan itu adalah sama, sesuai dengan ketentuan pemerintah.

IMG 20190905 WA0017
Komple perrumahan subsidi

Tahapan yang Dilalui Dalam Mengambil KPR Subsidi

  1. Memilih perumahan subsidi sesuai selera dan menganalisa kejelasan pengembang perumahan subsidi tersebut.
  2. Membaca dan menganalisa diri sendiri apakah memenuhi syarat KPR subsidi yang telah dijelaskan di atas. Jika ragu, tanyakan kepada pihak pengembang perumahan.
  3. Melengkapi dokumen – dokumen yang diperlukan bank dalam memproses KPR.
  4. Akad kredit di bank dan mulai membayar angsuran tiap bulannya.

Kewajiban Pembeli Rumah Subsidi Setelah Proses Akad Kredit Selesai

Agar bantuan subsidi KPR tepat sasaran, pemerintah sangat selektif sebelum calon pembeli dapat membeli rumah. Setelah akad kredit pun, ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh pembeli.

Lantas apa saja yang menjadi kewajiban pembeli ? Kewajiban pembeli meliputi :

  • Harus ditinggali dengan segera setelah proses akad kredit selesai.
  • Tidak boleh dipindahtangankan selama 5 tahun pertama.
  • Tidak boleh disewakan.
  • Bangunan rumah tidak boleh ditingkatkan selama 5 tahun pertama

Sesekali akan ada pengecekan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sanksi tegas menanti apabila kewajiban diatas tidak kita penuhi dan terjadi temuan. Sanksi tegas itu adalah pencabutan subsidi dimana akan berakibat bunga kredit menjadi mengikuti suku bunga pasar dan angsuran menjadi fluktuatif.

Bagi yang berdomisili di Jambi dapat melihat – lihat proyek perumahan kami disini.

HUBUNGI KAMI
Facebook : Perumahan Jambi
Instagram : rumahjambi
Marketing :

0821 8118 2003 (Kevin)
0823 800 900 60 (Yanti)
0823 8574 4500 (Boya)
0823 7504 8879 (Cici)
0812 7155 3316 (Sely)
0821 4233 3388 (Indra)

Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *